Perlahan dan pasti kelak tenaga manusia akan digantikan mesin, terutama tenaga kerja yang melakukan hal yang sama secara terus menerus. Kita bicara dunia ritel,ya ritel restoran cepat saji yang menjadi tempat kunjungan faforit keluarga dan karyawan untuk sekedar melepas rasa lapar atau lifestyle sudah mulai menerapkanya.

Dengan penerapan seperti ini maka sudah bisa di pastikan kedepan tenaga kerja akan tergantikan dengan mesin, namun untuk masa transisi seperti sekarang masih di butuhkan pendamping untuk mengajari customer cara memilih menunya.

Nah bagaimankah nasib dunia propery di masa depan? Video di bawah bisa menjelaskan konsep bisnis properti masa depan

Kelak orang akan memilih properti secara online dan design rumah akan tersedia dalam berbagai pilihan orang akan merequest pinjaman bank secara instant dan credit score bukan dari petugas bank lagi namun dari mesin AI, mesin itu yang akan memutuskan bagaimana performa pembayaran calon debitur ini karena mesin sudah terkoneksi dengan big data milik pemerintah berupa all thinks behavior dari calon debitur, misal pola pergerakan, perilaku konsumsi, rekaman cctv dan sebagainya.

Setelah AI credit scoring mengaprove permintaan, dana akan di cairkan saat itu juga, mungkin pemrosesan data bisa berlangsung hitungan menit,Tidak sampai berhari hari seperti saat ini.

Suku bunga bank akan sangat rendah karena AI sudah sedemikian cerdasnya sehingga rasio NPL akan nyaris nol persen, di tambah banyak cost of credit yang akan di pangkas misal credit analyst dan surveyor tidak lagi di perlukan, karena semua sudah ada di big data milik pemerintah.

Dengan demikian ekonomi digital akan benar benar berkembang. Kuncinya yaitu Internet of Thinks, Big data dan artificial intelegence.

Semua akan menggantikan peran manusia yang notabene cost of men power is more expensive rather than machine. Memang demikian adanya properti di masa depan akan digantikan mesin,

Namun di sisi lain tidak semua hal dapat digantikan mesin, misalnya programmer, tukang renovasi, tukang finishing tidak mungkin di gantikan mesin karena kerjaan seperti itu tetap harus dilakukan manual oleh manusia, tentunya manusia dengan skill tertentu sehingga di masyarakat akan di hargai mahal.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat