Dari tahun ke tahun harga properti kian melejit harga properti terutama rumah tinggal memiliki tingkat kenaikan minimum sekitar 12 persen per tahun. Jika di bandingkan rata rata inflasi negara kita yajg berkisar 5 persen, maka harga saat ini masih memiliki selisih sekitar 7 persen, ini merupakan peluang emas bagi para milenial yang baru saja mendapat pekerjaan.

Umumnya milenial muda masih memiliki gaji setara UMR, dengan gaji sekian sudah cukup untuk memiliki properti impian, meskipun belum bisa untuk membeli di tengah kota.

Bahkan tak jarang ada cicilan tanpa bunga yang ditawarkan developer sampai 120 bulan atau 10 tahun. Dengan demikian tidak ada alasan lagi buat kalangan muda menunda untuk memiliki hunian.

Namun sebelum memutuskan untuk membeli hunian, calon konsumen harus sangat jeli. Mengingat banyak developer abal abal yang menawarkan hunian harga miring, namun ujung ujungnya mereka kabur meninggalkan konsumenya.

Di sisi lain, banyak orang kaya dikahirkan dari berbisnis properti, dan banyak tenaga padat karya terserap dalam pengembangan properti, dengan demikian wajar bila banyak orang beranggapan bahwa bisnis properti adalah investasi yang cukup menjanjikan untuk masa depan.

namun sesuai dengan konsep investasi itu sendeiri, terkadang ada resiko yang menghantui, yaitu diantaranya : bencana alam, gagal bayar, sengketa dengan pihak lain, adalah salah satu resiko yang di hadapi bidang properti,

resiko semacam diatas menyebabkan harga jual kembali properti yang kita incar semakin murah, dan bahkan tidak laku sama sekali

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

WhatsApp chat